Wednesday, January 15, 2014

Monday, January 06, 2014

Kutipan dari Tetangga Sebelah (Januari 2014)

Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai. (A’idh Al-Qorni)


Dari Abu Amr dan dikatakan pula dari Abi Amrah Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqafy ra, berkata, Aku berkata: “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku suatu ungkapan tentang Islam yang tidak akan aku tanyakan kepada seorangpun selain engkau!” Beliau bersabda: “Katakanlah, Amantu Billah (Aku beriman kepada Allah), kemudian hendaklah engkau beristiqamah”. (HR Muslim)


"Malanglah ia, malanglah ia, malanglah ia. Seorang yang hidup cukup lama menyaksikan hari tua ibu-bapaknya, tetapi gagal memperoleh surga (dengan jalan mengkhidmati mereka)." (HR Muslim)


”Barangsiapa yang suka jika Allah mengabulkan doanya dalam waktu - waktu sulit maka hendaknya ia memperbanyak doa dalam waktu - waktu lapang” (HR. Tirmidzi)

Tuesday, December 10, 2013

Kutipan dari Tetangga Sebelah Desember 2013

“Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)


“Sukses bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaan adalah kunci menuju sukses. Jika Anda mencintai apa yang Anda kerjakan, Anda akan menjadi orang sukses.” ~Herman Cain



"Lakukan satu hal yang Anda pikir Anda tidak bisa lakukan. Jika gagal, coba lagi. Berbuat lebih baik untuk kedua kalinya. Orang yang tidak pernah jatuh adalah orang yang tidak bisa mencapai puncak keberhasilan.” ~Oprah Winfrey


“Hendaklah engkau menjadi seorang pemberani yang tahan uji. Keberanian yang paling utama adalah sikap terus terang dalam mengatakan kebenaran, ketahanan menyimpan rahasia, berani mengakui kesalahan, adil terhadap diri sendiri, dan menguasai diri ketika marah sekalipun”. ~Hasan al Banna


Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (QS. Ali ‘Imraan : 160)



“(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya”. ~Ibnul Qoyyim

Tuesday, November 05, 2013

Kutipan Dari tetangga Sebelah (November 2013)

”Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” ( HR. Muslim )


Selamat tahun baru 1435 Hijriyah, jadikan tahun kemarin sebagai refleksi kedepan, semoga di tahun ini kita dapat berhijrah menuju arah yang lebih baik.


" Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan - bisikan mereka kecuali bisikan orang yang menyuruh manusia memberikan sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia " (An-nisaa : 114)


Janganlah kamu menjadi org yg "ikut-ikutan" dgn mengatakan "Kalau org lain berbuat kebaikan,kami pun akan berbuat baik dan kalau mereka berbuat zalim kami pun akan berbuat zalim".Tapi teguhkan dirimu dgn berprinsip,"Kalau org lain berbuat kebaikan kami berbuat kebaikan pula dan kalau org lain berbuat kejahatan kami tdk akan melakukannya"(HR Tirmidzi)


“Wahai anak Adam, seandainya engkau berikan kelebihan dari hartamu, yang demikian itu lebih baik bagimu. Dan seandainya engkau kikir, yang demikian itu buruk bagimu. Menyimpan sekadar untuk keperluan tidaklah dicela, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu.” (HR. Muslim)


“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Ir. Soekarno)