Wednesday, May 05, 2010

Assalamualaikum,,wahai sahabat-sahabat Q yang saya Cintai karena Allah

Assalamualaikum,,wahai sahabat-sahabat Q yang saya Cintai karena Allah
Dewasa pikiran karena ilmu
Dewasa hati karena iman
Dewasa bahasa karena bermakna
Dewasa akhlak karena budi

Yang iman diperkokoh
Yang taqwa dipertinggi
Yang amal diperbanyak

Yang hati di hiasi
Yang bahasa diperindah
Yang budi dicari
Yang ilmu di perluas
Yang dikaji diperdalam
Yang dibaca dipahami

Kalau hidup tak mengenal ALLAH
Itulah tanda orang yang salah

Kalau hidup tak mengenal Rasul
Itulah tanda orang tak betul

Kalau hidup tak mengenal syariat
Itulah tanda orang yang sesat

Kalau hidup teramat kikir
Dimasa susah orang takkan pikir

Kalau hidup teramat angkuh

Allah murka kawan pun menjauh

Kalau hidup teramat sombong
Dimasa susah orang tak mau menolong

Kalau hidup teramat tamak
Orang-orang pun menjaga jarak

Monday, May 03, 2010

Orang yang SABAR, PANDAI, BAIK dan KAYA

Abi Qilabah berkata, “Luqman pernah ditanya, siapakah manusia yang paling sabar?” Kemudian ia menjawab, “Yaitu kesabaran yang tidak diikuti dengan berbuat jelek.” Lalu ditanya, “Siapakah orang yang paling pandai?” Kemudia ia menjawab, “Yaitu seseorang yang bertambah ilmunya, sebab ilmu yang diperoleh dari orang lain.” Lalu ditanya, “Siapakah orang yang paling baik?” Ia menjawab, “Orang yang kaya.” Kemudian ditanya, “Apakah kaya dari harta?” Kemudian ia menjawab, “Bukan, akan tetapi orang kaya adalah orang yang apabila ia diminta dan ia mempunyai harta maka ia memberikannya, sedangkan jika ia tidak mempunyai harta, maka ia tidak meminta orang lain.” (Qashashul Qur’an: 201)

SURAT DARI IBLIS UNTUKMU

Sungguh aku telah melihatmu kemarin…
Engkau memulai kehidupan seharian, engkau bangun dan pergi untuk bekerja tanpa memikirkan shalat fajar…!
Di kantor, engkau tidak peduli sama sekali tentang aturan halal haram, sebagaimana yang dilakukan oleh kawan-kawanmu…
Saat engkau pulang ke rumah, engkaupun menyantap makananmu tanpa menyebut nama Allah Sang Pemberi rizki kepadamu…
Juga tidak ada waktu untuk shalat Isya' sebelum tidur, meskipun kamu sempatkan nonton TV sampai engkau tertidur pulas …!

Engkau adalah seorang pengingkar nikmat dan penentang Pemberi nikmat. Aku sangat mencintaimu dengan kelakuanmu itu.
Kelakuanmu adalah salah satu sifat dari sifatku. Aku sangat berbahagia melihatmu hidup seperti itu.
Egkau adalah bagian dari diriku, dan aku adalah bagian dari dirimu.


Ingatlah, tahun-tahun telah berlalu, tahun berganti tahun, dan di antara kita ada hubungan intim selama puluhan tahun itu. Suatu persahabatan yang sangat panjang…!
Meskipun demikian, aku tetap tidak mencintaimu.
Aku membencimu dengan segenap hatiku…dan memusuhimu dengan segenap raga dan jiwaku…
Allah telah mengeluarkanku dari sorga setelah aku berpaling dari nikmat-Nya, dan menolak sujud kepada bapakmu, Adam…!
Aku akan berusaha terus untuk menyesatkanmu dengan segala kemampuanku agar engkau sengsara bersamaku.


Terus terang, engkau tidak menggunakan akal dalam memahami hakikat kehidupan ini.
Betapa tidak, Allah telah membuka pintu sorga dan pintu taubat dari dosa untukmu…
Akan tetapi engkau justru menghadap kepadaku… engkau mengharap janjiku, yang itu hanyalah angan-angan, dan pasti akan menghantarkanmu ke neraka…
Terima kasih wahai kekasihku…!
Sungguh aku telah bersumpah kepada Allah untuk menyesatkan seluruh anak keturunan Adam, orang-orang sepertimu…
Aku ingin sekali melaksanakan keinginanku.
Agar aku yakin… bahwa engkau mentaati perintah-perintahku…


Itulah dia, hari-hari yang telah berlalu…!
Engkau beristighatsah, meminta pertolongan dengan ahli kubur… engkau menyandarkan diri kepada mereka saat terkena musibah…
Engkau suka mengerjakan yang bid'ah dan menyelisihi Nabimu serta perintah-perintahnya, karena tidak cukup puas dengan sunnah…!
Engkau berkelompok-kelompok (hizbiyyah ashabiyyah), dengan sebuah anggapan bahwa engkau membela Islam dan memperjuangkannya. Padahal kenyataannya, engkau melayaniku dengan membantuku menjauhkan manusia dari berpegang teguh dengan manhaj salafmu…
Engkau mendengarkan nyanyian-nyanyian…
Engkau melihat film-film…
Engkau kerjakan perbuatan-perbuatan keji dan hal-hal yang diharamkan…
Engkau melaknat manusia… mencuri… menipu… berkhianat… dan seterusnya…


Terima kasih kawan, atas semuanya. Sungguh engkau telah membahagiakanku.
Karena dengan entengnya engkau telah membuat murka Allah…!
Maka marilah sahabat… kita terbakar bersama-sama…!
Di hadapan kita masih banyak langkah untuk kita berdua.
Aku tertawa mengejekmu, saat melihatmu melakukan maksiat dengan disertai tertawaan yang memenuhi tempat tersebut, seakan-akan engkau menantang keagungan Allah…!
Aku menginginkanmu wahai kekasih, agar engkau menyebarkan kerusakan di antara manusia sesamamu…


Doronglah mereka untuk melakukan perbuatan maksiat dan dosa! Tuntunlah mereka, agar bermaksiat kepada Allah dengan segenap cara yang kau mampu! Sebarkanlah di antara mereka film-film dan nyanyian-nyanyian, serta berbagai permainan…!
Setiap kali engkau melihat seseorang beribadah kepada Allah, jangan lupa menghina mereka…
Mencemooh penampilannya, hingga engkau membuatku tertawa.
Maaf… aku sekarang ada urusan… aku akan meninggalkanmu, menyemangati orang-orang lain sepertimu. Cukuplah bagimu pasukanku setan-setan bangsa jin, kelak aku akan kembali.
Melanjutkan kerjasama kita, memikirkan langkah baru bagi maksiat baru…!


Seandainya engkau cerdas, tentu engkau akan lari dariku.
Kemudian engkau memohon ampunan kepada Allah dari dosa-dosamu.
Lalu engkau hidup dalam ketaatan kepada Allah di tahun-tahun akhir dari usiamu yang tinggal sedikit ini…!
Hingga engkau mendapatkan pahala serta kenikmatan iman, sebelum ridha Allah Subhanaahu wa Ta'ala yang abadi di dalam sorga… daripada engkau dilemparkan ke dalam neraka bersamaku selamanya.
Akan tetapi aku yakin… bahwa engkau lebih mencintaiku daripada kecintaanmu kepada Allah…!
Bahwasannya engkau lebih mendahulukan hawa nafsumu daripada ketaatan kepada Allah dan janji sorga yang masih jauh katamu.
Engkau adalah sahabatku yang terkasih…!


Yang menyesatkanmu,

ttd

memancing ikan….

Assalamualaikum,..

Mohon maaf klo bahasanya susah dimengerti,soalnya langsung copas dari blog temen Malaysia,...

Semoga bisa mengambil kebaikan dari tulisan ini,..Insya Allah,..

salam alaik

Mungkin ramai yang sudah mengetahui analogi ini yang mungkin tidak lagi valid untuk anda yang sudah lama dalam tarbiyyah dan dakwah ini tapi mungkin ianya berguna untuk new comers yang ingin mengenal keindahan dakwah itu sendiri.

Dakwah yang dieertikan umpama penjualan barang yang indah dan jalan juga dieertikan seperti jalan raya kemudian saya mendapat tahu apakah yang boleh di analogikan dengan dakwah fardiah iaitu dakwah untuk menarik manusia mnejadik askar-askar dakwah.

Memancing Ikan!

Ya. Itulah yang boleh disamakan dengan Ikan, mungkin ramai yang sudah bosan dengan cara penulisan saya yang menumpukan dengan analogi tapi mungkin itulah yang saya mampu sumbangkan kepada maya ini.

Ikan yang didalam lautan yang kita x mungkin tahu apa yang ada didalamnya, Dengan bergelumang pelbagai jenis ikan dan kita akan memancing ikan. Kita xtahu apa jenis ikan yang akan kita tangkap dan kita tak tahu bagaimana reaksi mereka apabila kita tangkap ikan-ikan tersebut.

Tapi cuba kita bertanyakan kepada pemancing-pemancing handalan, mereka mesti mengatakan bahawa perkara yang paling seronok bagi mereka ialah dapat bergelut dengan ikan dan semakin ikan itu liat untuk mengalah, pemancing itu akan merasakan semakin seronok. Kerana kepuasan selepas ikan itu yang ditangkap dengan kemanisan isi ikan yang enak dan kebesaran ikan itu sendiri dan yang penting kepuasan pemancing dapat mengalahkan ikan yang liat itu berbeza dengan kepuasan ikan yang senang sahaja mengalah dengan kita.

Begitu juga dakwah fardiyyah, sebenarnya semakin susah manusia itu untuk mengikut kita, sebenarnya kepuasan setelah berjaya diDF kan adalah lebih bermakna daripada proses menangkap mereka. Semuanya terpulang kepada rezki kita , mungkin kita hanya akan dapat ikan yang biasa dan senang ditangkap dan mungkin keesokan hari nya kita akan mendapat ikan yang sukar untuk ditangkap.

Semuanya terpulang kepada kehendak Allah yang menentukan siapa next tangkapan kita. yang penting kita sentiasa berusaha sedaya upaya untuk menjalan amanah yang Allah telah berikan kepada kita dan bertawakkal kepada Allah supaya Allah memberikan kita kekuatan untuk menDFkan ikan-ikan itu. Yang paling penting keyakinan kita bahawa Allah yang akan menentukan kita dapat Ikan itu atau tak. Bukan kita untuk menentukan!.

Tapi ingatlah Allah maha Adil dalam mengajarkan hambanya pengajaran. Sekiranya kita berjaya menangkap Ikan itu, kita akan merasakan kemanisan persahabatan ukhuuwah yang didapati ddengannya yang mana orang lain tidak akan dapat merasai seperti kita dapat merasai kesedapan ikan yang kita pancing. Sebaliknya sekiranya kita gagal untuk dapat ikan yang dipancing itu, satu pengajaran yang orang pon tak boleh untuk dapat ialah pengajaran SABAR yang merupakan pengajaran yang sukar di adaptasi dalam kehidupan manusia sekarang.

Janganlah kita merajuk dengan Allah sekiranya sudah berjam-jam kita tunggu di lautan tetapi tidak seekor pon ikan yang memakan umpan kita, tetapi tanya la kepada diri kita adakah betul ke umpan yang kita pakai ini . adakah sesuai dengan keadaan lautan atau sesuaikah ianya dengan musim itu. mungkin kita patut berguru dengan pakar professional untuk mengetahui umpan dan cara yang paling berkesan untuk mendapat ikan dalam tempoh yang pendek. jangan hanya duduk dan berdoa kepada Allah supaya ikan itu berjaya di pancing sampai lupa untuk memuhaasabah diri tentang apa yang kita pancingkan.

Begitujugalah dakwah yang indah ini. dakwah ini perlu dimuhasabah setiap hari, mengetahui kelemahan kita menDFkan manusia, sentiasa berkomunikasi dan memohon pendapat dari yang pakar dalam arena dakwah ini dan yang penting jangan salahkan diri sekiranya tidak ada mad’u yang lekat dengan kita, kita hanya perlukan skill yang perlu di asah sedikit dengan sedikit.

sebegitu pemancing professional, mereka tidak akan dapat menjadi professional sekiranya mereka tidak berlatih dengan kerap cara pemancingan, pembacaaan tentang jenis ikan yang ingin ditangkap dan umpan yang sesuai dengan ikan yang kita ingin pancing.

Janganlah kita menganggap bahawa cara pemancingan dan umpan adalah sama dengan semua jenis ikan yang kita ingin dapatkan kerana ia sudah tentu berbeza dengan keadaan habitat dan jenis ikan yang kita ingin tangkap.

InsyaAllah , kita memohon yang Allah memberikan kita kekuatan untuk terus istiqamah dengan aktiviti memancing kita kerana kita senang bosan dengan aktiviti yang tidak mendapatkan hasil. Selalu berdoa dan insyaAllah Allah akan memakbulkan sekiranya kita betul-betul ikhlas berdoa kepadaNya. Cuma masa yang menentukan.

Wassalam

original source: http://www.facebook.com/l/26fc4;musabsahrim.wordpress.com/2008/11/27/memancing-ikan/

Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain

عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « المؤمن يألف ويؤلف ، ولا خير فيمن لا يألف ، ولا يؤلف، وخير الناس أنفعهم للناس »

Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah Shallallahualaihiwassalam bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Hadits ini dishahihkan oleh al Albani didalam “ash Shahihah” nya.


عن ابن عمر ، أن رجلا جاء إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فقال : يا رسول الله أي الناس أحب إلى الله ؟ وأي الأعمال أحب إلى الله عز وجل ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « أحب الناس إلى الله أنفعهم للناس ، وأحب الأعمال إلى الله سرور تدخله على مسلم ، أو تكشف عنه كربة ، أو تقضي عنه دينا ، أو تطرد عنه جوعا ، ولأن أمشي مع أخ لي في حاجة أحب إلي من أن أعتكف في هذا المسجد ، يعني مسجد المدينة ، شهرا ، ومن كف غضبه ستر الله عورته ، ومن كظم غيظه ، ولو شاء أن يمضيه أمضاه ، ملأ الله عز وجل قلبه أمنا يوم القيامة ، ومن مشى مع أخيه في حاجة حتى أثبتها له أثبت الله عز وجل قدمه على الصراط يوم تزل فيه الأقدام »

Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Rasulullah Shallallahualaihiwassalam dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah Shallallahualaihiwassalam menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)

Hadits ini dihasankan oleh Syeikh al Albani didalam kitab “at Targhib wa at Tarhib” (2623)

Wallahu A’lam
from http://www.facebook.com/l/99d63;www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hadits-manusia-paling-bermanfaat.htm